PENGANTAR BISNIS BAB 4


Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

1.      Kewiraswastaan , wiraswasta, wiraswastawan

(Enterpreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang dijalankannya, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan di samping juga kepuasan. Bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu (wiraswastawan/entrepreneur) sebagai alternative penyediaan lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal itu, kita sebut wiraswasta.

Wiraswasta
Pengertian wiraswastawan menunujuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
• Berdiri diatas kekuatan sendiri
• Mengambil keputusana untuk diri sendiri
• Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
• Mengambil resiko
• Tegas
• Memperhatikan lingkungan social untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik bagi semua orang

Peranan wiraswastawan
1. Memimpin usaha secara teknis maupun ekonomis dengan berbagai aspek fungsional
2. Mencari keuntungan bisnis
3. Membawa perusahaan ke arah kemampuan
4. Memperkenalkan hasil produksi baru
5. Memperkenalkan cara produksi yang lebih maju
6. Membuka pasar
7. Mmerebut sumber bahan mentah maupun bahan setengah jadi
8. melaksanakan bentuk organisasi perusahaan yang baru


* Unsur penting wiraswasta
 Dalam wiraswasta ada beberapa unsur penting yang satu salma lainnya saling terkait. Unsur-unsur tersbut adalah :

> Unsur pengetahuan mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang bersangkutan.

> Unsur keterampilan pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang dilengkapi keterampilan tinggi akan mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi.

> Unsur kewaspadaan merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga yang akan dialami.
Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan


2. Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
         Perusahaan kecil memegang peranan penting dala komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukka bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya. Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dala kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan lain-lain, yang pada mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.

3.Perkembangan franchising di Indonesia Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya[11] . Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba.

 4. Ciri-ciri perusahaan kecil
Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut :
• Manajemen berdiri sendiri. Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak dan mengambil keputusan.
• Investasi modal terbatas. Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relative kecil.
• Daerah operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
• Ukuran secara keseluruhan relative kecil ( penyelenggara di bidang operasinya tidak dominant)

* Keuntungan perusahaan kecil
  Kebebasan dalam bertindak mengacu pada fleksibilitas gerak perusahaan dan kecepatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar. Hal ini lebih memungkinkan dalam perusahaan kecil karena ruang lingkup layanan perusahaan relative kecil, sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat.
Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baikterutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, keeratan hubungan dengan pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan.

 
* Kelemahan perusahaan kecil
      
Perusahaan dengan ukuran apa saja (Besar, sedang, maupun kecil) selalu mengadung resiko. Perusahaan kecil lebih mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk. Kelemahan perusahaan kecil yang terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.


* Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal: profil pribadi ( dalam kaitannya dengan kelayakan kredit, referensi-referensi, perincian pengalaman perusahaan), profil perusahaan ( dalam kaitannya dengan sejarah, analisis tentang para pesaing dan pasar, startegi persaingan dan rencana opersai, rencana arus uang kontan dan analisis pulang rokok ) serta paket pinjaman ( dalam kaitannya dengan jumlah yang diminta, jenis pinjaman yang diminta, alasan pembenaran, jadwalan pembayaran kembali- dan ketentuan-ketentuan pembayaran ). Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan kemampuan manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.


* Kegagalan perusahaan kecil
       Banyak factor yang menyebabakan terjadinya kegagalan dalam perusahaan kecil. Sebagian penyebab kegagalan telah disebutkan seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagih piutang yang macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dana lain-lain.

5. Perbedaan  kewirausahaan dan Bisnis kecil
    banyak guru , dosen ataupun pengusaha , berpendapat bahwa kewirausahaan dan bisnis kecil itu berbeda , padahal sama sekali tidak ada perbedaan nya, kenapa??
 Karena antara kewirausahaan dan bisnis kecil :
1. mereka sama-sama berbisnis
2. pengukuran potensi bisnis sama
3. kapasitas dan varietas bisa dikatakan hampir sama karena membuat lapangan kerja
4. unsur permodalan hanya dilihat dari sudut pandang yang berbeda ketika memulai dan dimulai
5. jiwa enterpreneur yang dimiliki sama
6. ujung pangkalnya adalah pengembangan potensi enterpreneur sejatinya, apakah langgeng atau tidak    


PENGANTAR BISNIS BAB 3


Bentuk-Bentuk Badan Usaha

Bentuk yuridis perusahaan

·         BUMN
Badan Usaha Milik Negara ialah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. BUMN sendiri sekarang ada 3 macam yaitu Perjan, Perum dan Persero.

·       Perjan
Perjan adalah bentuk badan usaha milik negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat Sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model perjan karena besarnya biaya untuk memelihara perjan-perjan tersebut. Contoh Perjan: PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) kini berganti menjadi PT.KAI

·       Perum
Perum adalah perjan yang sudah dirubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, perum di kelola oleh negara dengan status pegawainya sebagai Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual sebagian saham Perum tersebut kepada publik (go public) dan statusnya diubah menjadi persero.

·       Persero
Persero adalah salah satu Badan Usaha yang dikelola oleh Negara atau Daerah. Berbeda dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh direksi. Sedangkan pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta. Badan usaha ditulis PT < nama perusahaan > (Persero). Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas negara.

·         BUMS
Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, bidang- bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta adalah mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak. Berdasarkan bentuk hukumnya Badan usaha milik swasta dibedakan atas :




·       Perusahaan Persekutuan
Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Ada 3 bentuk perusahaan persekutuan

·         Firma
Firma (Fa) adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih dimana tiap- tiap anggota bertanggung jawab penuh atas perusahaan. Modal firma berasal dari anggota pendiri serta laba/keuntungan dibagikan kepada anggota dengan perbandingan sesuai akta pendirian.

·         Persekutuan komanditer
Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh 2 orang atau lebih. Persekutuan komanditer mengenal 2 istilah yaitu :
·         Sekutu aktif adalah anggota yang memimpin/ menjalankan perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas utang- utang perusahaan.
·         Sekutu pasif / sekutu komanditer adalah anggota yang hanya menanamkan modalnya kepada sekutu aktif dan tidak ikut campur dalam urusan operasional perusahaan. Sekutu pasif bertanggung jawab atas resiko yang terjadi sampai batas modal yang ditanam.Keuntungan yang diperoleh dari perusahaan dibagikan sesuai kesepakatan.

·         Perseroan terbatas
Perusahaaaan terbatas (PT) adalah badan usaha yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham. Setiap pemengang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan setiap pemegang surat saham berhak atas keuntungan (dividen).

·         KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi
bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.



Lembaga keuangan

1.    Lembaga keuangan bukan bank

·      Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB )
Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif
·      Usaha – Usaha yang dilakukan LKBB antara lain :
v  Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga
v  Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon ( dukungan dalam bentuk dana ) dalam usaha patungan
v  Perantara untuk mendapatkan tenaga ahli

·      Contoh contoh lembaga keuangan bukan bank
·         Perusahaan Asuransi : perusahaan yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada  pihak  ketiga karena peristiwa ketidakpastian
·         Perusahaan Dana Pensiun ( TASPEN ) : badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun
·         Koperasi Simpan Pinjam : menghimpun dana dari masyarakat dan meminjamkan kembali kepada anggota atau masyarakat
·         Bursa Efek / Pasar Modal : tempat jual beli surat-surat berharga
·         Perusahaan Modal Ventura : Badan Usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam perusahaan
·         Pegadaian : suatu usaha yang memberikan pinjaman bagi nasabah dengan jaminan barang bergerak
·         Perusahaan Anjak Piutang : Badan Usaha yang melakukan kegiatan  pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang.



2.  Lembaga keuangan bank

1) Bank Umum (Konvensional dan Syariah), dan;
2) Bank Perkreditan Rakyat (Konvensional dan Syariah).


Bank Umum
Bank Umum menurut Undang-undang RI Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana diperbaharui dengan UU nomor 10 Tahun 1998, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Selanjutnya untuk pembahasan tentang Bank Umum akan dipisahkan menjadi Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah sebagai berikut berikut :

·      Bank Umum Konvensional
Bank umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. Bank umum sering disebut bank komersil (commercial bank).
Usaha utama bank umum adalah funding yaitu menghimpun dana dari masyarakat luas, kemudian diputarkan kembali atau dijualkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan istilah kredit. Dalam penghimpunan dana, penabung diberikan jasa dalam bentuk bunga simpanan. Sementara dalam pemberian kredit, penerima kredit (debitur) dikenakan jasa pinjaman dalam bentuk bunga dan biaya administrasi.

·      Bank Umum Syariah
Bank Umum Syariah adalah Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah adalah BPR yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah.
Adapun pengertian prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembayaran kegiatan usaha, atau kegiatan lain yang dinyatakan sesuai dengan syariah.
·          

3.      KERJASAMA ,PENGGABUNGAN DAN EKSPANSI

JOINT VENTURE
Bentuk kerja samaa antara beberapa perusahaan yang berasal dari berbagai negara menjadi satu perusahaan untuk mencapai konsantrasi kekuatan ekonomi yang lebih padat.
Ciri
-cirinya :

·      merupakan perusahaan baru yang bersama-samaan secara bersama-sama didirikan oleh perusahaan lain.
·      modalnya berupa saham yang disediakan oleh perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu
·      kekeuasaan hak tergantung modal yang kita tanam
·      perusahaan pendiri tetap memiliki eksistensi kebebasan masing masing.
·      Resiko ditanggung bersama antara masing masing patner

TRUST
Suat
u perusahaan yang bertujuan untuk menhindari kerugian masing-masing anggota dan membesarkan keuntungan.

HOLDING COMPANY
Perusahan yang sangat kuat keuangan
nya karena bisa membekali perusahaan lain.


SINDIKAT
kerja sama antara beb
erapa orang untuk mengerjakan proyek khusus dibawah suatu perjanjian tertentu.
·     kerjasama dengan perusahaan yang saham-sahamnya dibeli oleh sindikat.
·    menyebutkan tentang keanggotaan dengan cara mendapatkan laba menampung rugi

KARTEL
Merupakan persekutuan antara beberapa perusaha
an sejenis dibawah suatu perjanjian tertentu.
Jenis
-jenis kartel: Kartel Daerah,Produksi,Kondisi,Pembagian laba,Harga

                 http://ariamamuhammad.blogspot.com/

PENGANTAR BISNIS BAB 2


Perusahaan dan Lingkungan perusahaan

1.    Pengertian perusahaan

Pengertian atau definisi Perusahaan ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena ‘ kebutuhan ‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses ‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah ‘ tempat melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.

2.    Tempat kedudukan dan letak perusahaan

Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintahan, lembaga keuangan, pelanggan dan sebagainya. Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi baiaya: ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, transportasi, kedekatan pasar, kesesuaian iklim.

3.    Perusahaan dan lembaga sosial

Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah: perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Berdasarkan pemisalan ini dapat ditunjukkan, pada tingkat kapasitas produksi bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya. Di sisi lain perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat. Unit kegiatan seperti ini sering disebut sebagai lembaga social seperti halnya lembaga social lainnya, misalkan kehidupan keluarga, RT, yayasan social, koperasi dan sebagainya. Dalam ulasan kita, tentunya perlu dibedakan antara perusahaan dan lembaga social yang umum, sesuai dengan persepsi masyarakat.
Dengan demikian yang membedakan perusahaan dengan lembaga social terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup dan tangugung jawab social. Lembaga social lebih menitikberatkan prioritasnya pada tanggung jawab social (dalam hal ini laba tidak menjadi tolak ukur keberhasilan. Sebaliknya, perusahaan yang berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan hingga mencapai maksimum (laba merupakan tolak ukur keberhasilan).

4.    Berbagai macam lingkungan perusahaan

·         Lingkungan perusahaan
¨      Lingkungan ekstermal :
Ø  Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang  beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
v  Lingkungan eksternal makro, adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.
v  Lingkungan eksternal mikro, adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
¨      Lingkungan internal :
Ø  Lingkungan internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi

5.    Pendekatan dalam melihat bisnis dan limgkungan

Pendekatan yang di lakukan dalam melihat bisnis dan lingkungan adalah dengan cara melihat tempat kedudukan dan letak perusahaan, mengerti jenis-jenis lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan dll.



Sumber :

PENGANTAR BISNIS BAB 1


Ruang Lingkup Bisnis

1.    Pengertian bisnis dan jenisnya

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Jenis-jenis bisnis :
Monopsoni

Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri

Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

Oligopsoni

Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

Pasar monopoli
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".

2.    Tujuan kebijakan bisnis
·         Melindungi usaha kecil dan menengah.
·         Melindungi lingkungan hidup sekitarnya.
·         Melindungi konsumen.
·         Pendapatan pemerintah.

3.    Sistem perekonomian dan sistem pasar


Sistem perekonomian adalah sistem yang di gunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.

1 Perekonomian terencana
   perekonomian terencana ada 2 yaitu komunisme dan sosialisme
 a . sistem perekonomian komonisme adalah sistem perekonomian dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian
  b. sistem perekonomian sosialisme adalah suatu sistem perekonomian  yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepeda setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah

2. Perekonomian pasar
    perekonomian pasar bergantung pada kapitalis dan liberalisme untuk menciptakan suatu lingkungan dimana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli brang yang mereka inginkan
 a. Sistem perekonomian kapitalis
    Sistem perekonomian kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian
  b. Sistem perekonomian liberalis adalah suatu filosofi ekonomi dan politik
     

4.    Kesempatan bisnis/usaha

 Kesempatan, atau peluang yang bisa didapatkan oleh perorangan maupun kelompok dengan mengandalkan kemampuandiri untuk memanfaatkan suatu peluang bisnis, contoh nya berjualan pulsa,dengan melihat peluang di kelas banyak yang menggunakan hp sebagai alat komunikasi, dan belum ada teman yang berjualan pulsa di kelas.

5.    Unsur-unsur penting dalam aktivitas ekonomi

Aktifitas ekonomi memerlukan 3 unsur yaitu:
·         Keinginan manusia
·         Faktor-faktor produksi
·       Cara-cara berproduksi( Techniques of production)  

6.    Hakikat bisnis

Seorang bisnisman atau wirausahawan akan melihat kebutuhan masyarakat lingkungannya.Upaya ini merupakan proses mengidentifikasipotensi bsnis, bahkan dalam hal ini biasanya diikuti dengan perkiraan atau antisipasi atas pertumbuhan potensi pasar tersebut di masa datang. Disamping itu juga akan memperhitungkan adanya persaingan yang timbul dari pengusaha lain yang juga bergerak dalam melayani kebutuhan pasar yang sejenis. Disisi lain pengusaha haruslah memikirkan tersedianya sumber daya serta sumber dana besrta dengan cara yang sebaik-baiknya guna melayani kebutuhan pasar tersebut dengan memproduksikan dan menyajikan barang dan jasa yang dihasilkan itu kepada masyarakat, kelebihan hasil di ongkosnya itulah yang merupakan laba atau keuntungan

7.    Mengapa belajar bisnis

·         Agar kita tau apa arti bisnis yang sesungguhnya
·         Agar kita dapat menerapkan bisnis dalam kehidupan sehari-hari
·         Agar dapat menciptakan lapangan kerja sendiri






Sumber :

5 Tipe Penonton yang Selelu Ada di Saat Konser Band Metal


Die-hard fans bisa Anda temui dengan mudah di konser-konser musik metal. Ada beberapa tipe penonton yang pasti ada di tiap konser metal. Apakah Anda pernah memperhatikannya? Ini dia!

Jika Anda kerap menghadiri pertunjukan musik metal, sebenarnya Anda sudah mengenali karakter-karakter ini. Percaya atau tidak, mereka akan benar-benar ada di kerumunan kebisingan konser.

Dilansir Ultimate-guitar, ada 5 tipe penonton yang lazim berada di konser metal. Dari mulai gender, usia juga gaya joget serta berpakaian.

1. Pria Veteran


Pria ini biasanya berusia 20 tahun lebih tua dari penonton lainnya. Ia mungkin sudah menyaksikan konser metal sejak Anda masih mengenakan popok. Biasanya ia mengenakan rompi denim pudar dengan banyak tambalan. Ia telah menonton band metal kawakan selama ribuan kali dan bisa memberitahu Anda set list yang dimainkan mereka pada setiap konser. Pria veteran ini biasanya tidak mudah terkesan akan sesuatu, dan ia bisa Anda temukan di belakang kerumunan, bersantai minum bir.

Kadang ia menemukan beberapa temannya, tapi lebih sering nonton sendiri. Ia menatap bocah-bocah bercat rambut dan skinny jeans dengan sebal, mengingat masa mudanya ketika masih mengenakan denim kotor dan jaket kulit belel. Ia berada di sana untuk melihat band, bukan update Facebook dan sibuk dengan ponselnya. Ia makin sering mengomel mengomentari konser-konser yang ditontonnya, ia terlalu tua untuk eksis.

2. Perempuan yang Sok-sokan Ikut Pacar


“Sayang, kenapa kamu tak pernah mengajakku untuk ikut nonton konser metal yang selalu kamu tonton?” sang perempuan bertanya. “Kamu kemungkinan tidak menyukainnya,” jawab sang pacar. “Tapi saya ingin melakukan apa yang kamu suka!” perempuan bersikeras.

Dua minggu kemudian, di tengah konser heavy metal dengan penuh sesak penonton berkeringat, sang perempuan mulai menyesali perbincangan di atas. Ia ingin segera meninggalkan arena konser padahal hits andalan band tersebut belum dibawakan. Ia bahkan mengenakan kaus flannel biru, yang dianggap cocok untuknya. Kini ia kebingungan.

Ketika lagu pertama mulai dibawakan, ia berusaha mencari tahu bagaimana menari dengan lagu itu. Ia memulai dengan gerakan aneh, sangat tidak cocok dengan musik. Lalu ia tak bergeming, memandangi orang-orang di sekelilingnya. Ia mencari kenyamanan dari kekasihnya, sayangnya sang pria sudah terbuai ke dalam musik metal kesukaannya. Sang pria tak menyadari kekasihnya tersiksa.

Kadang ia bertahan karena merasa sayang sudah menghamburkan uang untuk membeli tiket konser. Sesekali ia menyadari band yang sedang tampil itu keren, dan bisa menikmatinya. Tapi itu jarang sekali terjadi. Yang ada, biasanya mereka sibuk dengan ponselnya menghubungi teman-teman di luar sana.

3. Pria Tukang Selonong


Mereka yang ingin menonton band idolanya dari dekat, tentu memilih datang lebih awal agar bisa ambil posisi. Tapi tidak dengan “si tukang selonong”. Ketika konser akan dimulai, biasanya ia sudah pemanasan di bagian belakang. Ketika bintang utama siap tampil, lampu di area konser akan meredup. Saat itulah ia beraksi.

Ia terus mencari celah menuju ke depan panggung tanpa peduli dengan sekelilingnya. Ia terus mendorong dan menepis orang agar memberinya jalan. Ia tidak akan berhenti hingga sampai ke tujuannya. Kata-kata “permisi” dan “maaf” tidak pernah terlontar olehnya. Jika dalam jumlah banyak, mereka bisa membahayakan. Jika Anda mau aman, bergeserlah ketika ia minta jalan atau beri pelajaran sesekali.

4. Pria Berkeringat dan Tanpa Baju di Mosh Pit


Konser metal tak akan lengkap tanpa ada mosh pit. Di antara banyak orang itu jangan heran jika Anda menemukan seorang pria penuh keringat dan merasa gerah dengan bajunya. Moshing bisa jadi gerakan yang sangat menyenangkan, Anda berlari menubruk orang lain, melakukan gerakan bebas melepaskan adrenalin Anda.

Tapi akan sangat menyebalkan jika Anda bertemu pria tersebut dan bersinggungan dengan tubuhnya penuh keringat. Orang lain akan diam-diam berharap pria tersebut memakai lagi kausnya. Karena mereka tidak ingin tubuhnya dipenuhi keringat orang lain. Tapi tahukah Anda? Pria ini akan berpikir semua orang tidak mempedulikannya karena takut terkena sikut olehnya.

5. Pria Penantang


Beberapa orang datang ke konser dengan tujuan untuk mendengarkan musik bagus, minum sedikit dan menikmati waktu. Tapi tidak pria tipe ini. Pria ini rela mengeluarkan uang banyak untuk tiket demi bisa berkelahi. Pria ini berada di baris depan penonton mengawasi mereka yang bisa ia “hajar”. Bukan berkelahi secara terbuka, ia menggunakan alasan menari menikmati musik untuk menghantam orang lain. Ketika seseorang tak sengaja menyikutnya dari belakang, kesempatan tersebut tak ia sia-siakan. Ia akan membalas dengan jotosan di wajah sebelum petugas keamanan mengamankan mereka.

Hal yang lucu dari tipe penonton ini adalah mereka sering kali bermasalah dengan petugas keamanan sehingga tidak lagi bisa mencari musuh. Jika ia beruntung, petugas akan membiarkan ia kembali ke mosh pit. Tapi jika kesalahannya fatal dan melibatkan banyak orang, biasanya ia dikeluarkan. Terutama jika band yang tengah tampil ikut ambil bagian. Menunjuk si biang kerok, menyorakinya dan meminta ia keluar dari pertunjukan. Sangat konyol.


sumber: http://www.apasih.com/